1.Meluruskan dan merapatkan shof sebagian dari kesempurnaan sholat. Pengertiannya: Bila shof tidak lurus atau rapat maka sholat belum sempurna. Sebagaimana hadits dari Anas bin Malik ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:
سَوُّوْا صُفُوْفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوْفِ مِنْ تَمَامِ الصَّلاَةِ
(رواه إبن ماجة :313/1
“Luruskan shof-shof (barisan) kalian, karena sesungguhnya meluruskan shof itu termasuk dari kesempurnaan sholat.” (HR Ibnu Majah I:313 )
2. Dampak negatif dari keteledoran mengatur shof diantaranya adalah;
i. Adanya perselisihan faham. Sebagaimana hadits dari Abu Al-Qasim Al-Jadaly berkata bahwa dia mendengar Nu’man bin Basyir ra berkata:
أَقْبَلَ رَسُوْلُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى النَّاسِ بِوَجْهِهِ فَقَالَ: أَقِيْمُوْا صُفُوْفَكُمْ (ثَلاَثًا) وَاللهِ لَتُقِيْمُنَّ صُفُوْفَكُمْ أَوْلَيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ. قَالَ النّوَوِىُّ : تُوْقَعُ بَيْنَكُمْ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ وَاخْتِلاَفُ الْقُلُوْبِ
(رواه أبو داود :178/1, الحادى :52/
1
Rasulullah SAW menghadap (ketika akan sholat) kepada manusia dengan wajahnya dan bersabda:”Rapatkanlah shof-shof kalian (hingga tiga kali). Demi Alloh, sungguh rapatkanlah shof kalian atau Alloh pasti akan menimpakan perselisihan di antara hati kalian.” Imam An-Nawawy berkata:” Menimpa kepada kalian permusuhan, dan saling membenci dan perselisihan hati.” (HR Abu Dawud I: 178, dan Al-Haady I: 52).
ii. Syaithan memasuki sela-sela shof untuk mengganggu. Sebagaimana hadits dari Anas bin Malik ra dari Rasulullah SAW bersabda:
رُصُّوْا صُفُوْفَكُمْ وَقَارِبُوْا بَيْنَهَا وَحَاذُوْا بِاْلاَعْنَاقِ فَوَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ إِنِّى َلأَرَى الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ مِنْ خَلَلَ الصَّفِّ كَأَنَّهَا الْحَذَفُ
(رواه أبو داود :179/1
“Lekatkanlah/rapatkanlah barisan kalian dan saling berdekatlah dan tempelkan pundak-pundak kamu. Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya aku melihat syetan memasuki di antara sela-sela shof seperti Hadzaf (anak kambing hitam.jenis kambing yang berada di daerah Yaman )”(HR Abu Dawud I: 179)
3. Cara mengatur Shof. Sebagaimana hadits dari Nu’man bin Basyir ra:
قَالَ النُّعْمَانُ بْنُ بَشِيْرٍ رَضِيَ الله عَنْهُ رَأَيْتُ الرَجُلَ مِنَّا يُلْزِقُ كَعْبَهُ بِكَعْبِ صَاحِبِهِ عَنْ أنَسٍ رَضِيَ الله عَنْهُ عَنِ النّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَقِيْمُوْا صُفُوْفَكُمْ فَإِنِّى أَرَا كُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِى وَكاَنَ أَحَدُ نَا يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ وَقَدَمَهُ بِقَدَمِهِ
(رواه البخاري :185/1
An-Nu’man din Basyiir ra berkata:”Aku melihat seorang laki-laki di antara kami menempelkan mata kaki dengan mata kaki temannya.” Dari Anas bin Malik ra dari Nabi SAW bersabda:”Rapatkan barisan /shof kalian , karena sesungguhnya aku melihat kamu dari belakang punggungku dan salah seorang kami menempelkan pundaknya dengan pundak temannya dan telapak kaki dengan telapak kaki temannya.” (HR Bukhari I: 185)
وَقَالَ النُّعْمَانُ :رَأَيْتُ الرَّجُلَ يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ وَرُكْبَتَهُ بِرُكْبَةِ صَاحِبِهِ وَكَعْبَهُ بِكَعْبِهِ
(رواه أبو داود
An-Nu’man ra berkata :”Aku melihat seorang laki-laki menempelkan pundaknya dengan pundak temannya dan lututnya dengan lutut temannya dan mata kakinya dengan mata kaki temannya.” (HR Abu Dawud)
Prakteknya merapatkan shof dilaksanakan dengan jalan:
-. Menempelkan pundak dengan pundak teman disebelahnya.
-. Menempelkan lutut dengan lutut teman di sebelahnya.
-.Menempelkan mata kaki dan sisi telapak kaki dengan mata kaki dan sisi telapak kaki teman disebelahnya.
4. Do’a setelah masuk shof sholat.
Sebagaimana hadits dari Sa’ad bin Abi Waqqas ra:
عَنْ سَعْدِ بْنِ أَبِى وَقَّاصٍ رَضِيَ الله عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً جَاءَ إِلَى الصَّلاَةِ وَرَسُوْلُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :يُصَلِّى فَقَالَ حِيْنَ انْتَهَى إِلَى الصَّفِّ : أَللَّهُمَّ آتِنِى أَفْضَلَ ماَ تُؤْتِى عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ. فَلَمَّا قَضَى رَسُوْلُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:مَنِ الْمُتَكَلِّمُ آنِفًا ؟ قَالَ: أَنَا ياَ رَسُوْلَ الله قَالَ: إِذَنْ يُعْقَرُ جَوَادُكَ وَتُشْتَشْهَدُ فِى سَبِيْلِ اللهِ
(رواه النسائى و إبن السنى والبخاري فى تاريخه
Dari Sa’ad bin Abi Waqqos ra bahwa sesungguhnya ada seorang laki-laki yang mendatangi sholat dan Rasulullah SAW sedang sholat, maka laki-laki itu berdo,a ketika sampai di shof:”Ya Alloh, berilah hamba sebaik-baik pemberian yang telah Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.” Kemudian ketika Rasulullah SAW selesai, beliau bertanya:”Siapa yang baru saja berdoa itu?”Laki-laki itu menjawab:”Saya ya Rasulullah.” Kemudian beliau SAW bersabda:”Jika demikian disembelih kudamu yang kencang larinya dan engkau tercatat sebagai orang yang mati sahid di jalan Alloh.” (HR An-Nasaiy dan Ibnu Sunni dan Imam Bukhari di kitab Tarikhnya)
seperti ini contohnya :
semoga bermanfaat...>!!!!
sumber : http://www.facebook.com
