Salah satu metode yang diterapkan Hasan Al Banna untuk mendidik dan mendisiplinkan anaknya adalah dengan memberikan tiga kategori uang kepada anak-anaknya :
a. Uang harian 3 qirsy
b. Uang pekanan 10 ma’adin
c. Uang bulanan 50 qirsy
Maksud pembagian uang ini adalah untuk memberi kecukupan pada anak. Tidak seperti yang dilakukan sebagian orang tua yang memberi uang kepada anaknya, tapi di waktu lain mereka memintanya lagi dengan alasan untuk ditabung atau untuk membeli kebutuhan tertentu.
Saiful Islam pernah ditanya: “Uang jajan di masa kanak-kanak mempunyai makna tersendiri. Bagaimana Hasan Al Banna membagikan uang itu kepada Anda setiap hari?” Saiful Islam menjawab, “Ayah-semoga Allah merahmatinya- sangat pemurah sekali dengan kami. Aku ingat bahwa setiap orang dari kami mendapat uang setiap hari di tahun 1942 dan 1943 sebanyak 3 qirsy. Ini jumlah yang besar saat itu. Karena teman teman sekolahku ketika itu umumnya mendapat uang hanya seperempat qirsy atau separuh qirsy.”
Ketika ditanya tentang apa maksud Al Banna memberikan uang sedemikian besar, Saiful Islam mengatakan, “Beliau hanya ingin memberikan kepuasan kepada kami, karena perasaan seorang anak yang tidak memperoleh sesuatu itu baginya sangat sulit.”
Bagaimana anak-anak Al Banna menggunakan uang sebesar itu? Saiful Islam menerangkan, “Aku biasanya membeli kue dan coklat, juga membeli mainan dan buku. Aku menghabiskan uang pemberian itu setiap hari. Hal ini juga pernah disampaikan ayah dalam majalah Masmarat Al Habiib yang melakukan wawancara dengan ayah. Dan aku masih menyimpan majalah itu. Ayah ditanya: “Apakah anda menabung sebagian dari pendapatan yang anda peroleh?” Ia mengatakan: “Tidak. Aku tidak menabung pendapatan itu karena seluruhnya aku infaqkan”. Ayah juga ditanya: “Berapa engkau berikan uang jajan untuk anak-anak setiap hari?” Ayah menjawab, “Tiga qirsy untuk masing-masing anak.”
Saiful Islam juga ditanya, apakah uang jajan yang banyak itu bisa merusak anak? Karena sekarang banyak orang khawatir memberi uang kepada anak dalam jumlah yang besar agar mereka tidak menyalahgunakan pemberian itu. Saiful Islam menjawab, “Pendidikan dan tarbiyah dihasilkan dari berbagai sarana yang beragam. Seperti masakan yang menggunakan sejumlah adonan dengan bahan yang baik. Itu akan memberi hasil yang bersih. Yang penting bukan pada aspek uang jajan itu besar atau kecil, tapi yang penting adalah pola pendidikan dan pembinaan yang dilakukan di rumah.”